Jumat, 13 Juli 2012

Metode Karya Wisata


BAB I
PENDAHULUAN



  1. Latar Belakang Masalah
Dengan melalui karya wisata dalam pengajaran berarti anak belajar di luar kelas dengan pengamatan yng langsung, mengadakan penelitian dan penyelidikan. Di luar kelas, terdapat sumber-sumber yang tidak sedikit nilainya untuk pengalaman dan pengetahuan anak-anak, seperti sungai, pasar, lembah, pohon-pohon, toko, pompa bensin, taman dan lain-lan.
Karya wisata ada yang dengan jarak jauh yang memakan banyak waktu dan biaya dan adapula yang dengan jarak dekat.
Dengan adanya karya wisata maka terbentuklah jembatan yang menghubungkan antara lingkungan sekolah dengan masyarakat lingkungannya. Anak-anak akan mempelajari bagaimana orang hidup, bekerja, dan menderita di dalam masyarakat.

B.      Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian, tujuan, alasan, dan manfaat dari metode karya wisata?
2.      Apa saja saran-saran pelaksanaan, bagaimana langkah-langkah dan follow up karya wisata?
3.      Apa saja kelebihan, kekurangan, dan hambatan karya wisata?

C.      Tujuan Pembahasan
1.      Mengetahui dan memahami arti, tujuan, alas an, dan manfat dari karya wisata.
2.      Mengetahui saran-saran, langkah-langkah pelaksanaan dan follow up karya wisata.
3.      Mengetahui kelebihan, kekurangan, dan hambatan dalam karya wisata.




















BAB II
PEMBAHASAN



A.      Pengertian, Tujuan, Alasan dan Manfaat Metode Karya Wisata
1.      Pengertian  
        Pengertian Metode Karya WisataPengertian metode  tercantum di dalam kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu cara  yang teratur dan terpikir baik-baik untuk dapat memperlihatkan hal-hal atau peristiwa yang ada hubungannya dengan bahan pelajaran.
      Sedangkan karya wisata adalah berpergian atau mengunjungi suatu objek dalamrangka memperluas pengetahuan.[1]
                                Mahfudh Salahudin, metode adalah suatu cara yang paling tepatdigunakan untuk menyampaikan bahan pelajaran,  sehingga tujuan dapat dicapai.[2]
                      Sedangkan menurut Zuhairini metode dalam mengajar adalah :
a.      Merupakan salah satu komponen dari proses pendidikan
b.      Merupakan alat mencapai tujuan yang didukung oleh alat bantu mengajar,
c.       Merupakan kebulatan dalam satu sistem pendidikan[3]
                       
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode karya wisataI adalah suatu     cara penyajian bahan pelajaran dengan membawa murid langsung kepada obyek yang akan dipelajari di luar kelas.
Metode karya wisata dapat digunakan apabila:
a.      Pelajaran yang dimaksudkan untuk memberi pengertian lebih jelas dengan alat peraga langsung.
b.      Akan membangkitkan penghargaan dan cinta terhadap lingkungan dan tanah air, dan menghargai ciptaan Tuhan.
c.       Akan mendorong anak mengenal lingkungan dengan baik.

2.      Tujuan
Tujuan penggunaan metode karya wisata antara lain :
a.      Untuk melengkapi pengetahuan yang diperoleh di sekolah atau di kelas.
b.      Untuk melihat, mengamati, dan menghayati secara langsung dan nyata mengenai obyek tersebut.
c.       Untuk menanamkan nilai moral pada siswa

3.      Alasan
a.      Obyek yang akan dipelajari tidak dapat dibawa ke dalam kelas karena :
1)      Terlalu besar atau berat.
2)      Berbahaya.
3)      Akan berubah bila berpindah tempat.
4)      Obyek terdapat di tempat tertentu.
b.      Kepentingan siswa dalam rangka melengkapi proses belajar mengajar

4.      Manfaat
Dengan adanya metode karya wisata kita dapat memperoleh beberapa manfaat, di antaranya sebagai berikut :
a.      Anak akan memperoleh pengalaman langsung. Pengalaman ini dapat memperdalam pengetahuan dan pengertian anak karena akan lebih banyak menarik perhatian anak.
b.      Dengan karya wisata dapat mengumpulkan bahan-bahan untuk pelajaran, misalnya dengan cara observasi, wawancara dan sebagainya, serta dapat mengumpulkan benda-benda untuk alat peraga.
c.       Memperluas atau memperbesar minat dan perhatian anak. Misalnya dengan kunjungan ke pabrik, perindustrian, kesenian dan lain-lain.
d.      Memperkaya pengajaran di dalam kelas.
e.      Membuktikan benar tidaknya pengetian yang diperoleh di dalam kelas.Sumber di luar kelas merupakan laboratorium tempat anak-anak mengadakan observasi, eksperimen dan lain-lain.


B.      Saran-saran, Langkah-langkah Pelaksanaan, dan Follow up Karya Wisata
1.      Saran-saran
Dalam pelaksanaan karya wisata, ada beberapa saran yang harus kita perhatikan demi kelancaran kegiatan tersebut. Saran-saran itu diantaranya :
a.       Hendaknya tujuan pelajaran dirumuskan dengan jelas, sehingga kelihatan wajar tidaknya metode ini digunakan.
b.      Hendaknya diselidiki terlebih dahulu obyek yang akan dituju dengan memperhatikan hal-hal yang sekiranya akan menjadi kesulitan.
c.       Hendaknya dijelaskan terlebih dahulu tujuan metode karya wisata dan disiapkan pertanyaan-pertanyaan yang harus mereka jawab.

2.      Langkah-langkah Pelaksanaan
a.      Persiapan
1)      Menentukan tujuan yang jelas tentang karya wisata.
2)      Menetapkan dengan terperinci hal-hal yang perlu diamati anak-anak.
3)      Merumuskan sejumlah pertanyaan yang akan diajukan nanti.
4)      Mengumpulkan dan mempelajari sejumlah bacaan yang berhubungan dengan karya wisata.
5)      Membentuk panitia atau kelompok khusus yang bertugas antara lain : mengadakan kontak dengan orng-orang tertentu yang diperlukan, panitia keuangan, tata tertib, keamanan, pencatat, dan lain-lain.

b.      Perencanaan
1)      Hasil kunjungan pendahuluan dibicarakan bersama dalam rangka menyusun perencanaan yang meliputi : tujuan karya wisata, pembagian obyek sesuai dengan tujuan, jenis obyek, dan jumlah siswa.
2)      Dibentuk panitia secara lengkap.
3)      Menentukan metode mengumpulkan data yaitu dengan cara wawancara, pengamatan langsung, dokumentasi.
4)      Penyusunan acara selama karya wisata berlangsung.Kepada para siswa harus ditanamkan disiplin dan menaati jadwal yang telah direncanakan sehingga pelaksanaan lancer sesuai dengan rencana.
5)      Mengurus perizinan.
6)      Menentukan biaya, penginapan, konsumsi serta peralatan yang diperlukan.

c.       Pelaksanaan
   Siswa melaksanakan tugas sesuai dengan pembagian yang telah ditetapkan dalam rencana kunjungan, sedangkan guru mengawasi, membimbing, bila perlu menegur sekiranya ada siswa yang kurang menaati tata tertib.

d.      Pembuatan Laporan
Hasil yang diperoleh dan kegiatan dalam karya wisata ditulis dalam bentuk laporan yang formatnya telah disepakati bersama.

3.   Follow Up
            Yang diamati, dikumpulkan, dicatat, dan sebagainya dalam kegiatan karya wisata akan berguna bila kemudian dibicarakan di dalam kelas. Kegiatan-kegiatan dalam follow up ini diantaranya :
a.      Menerima laporan dari murid.
b.      Mendiskusikan laporan tersebut.
c.       Menulis surat-surat tanda terima kasih kepada instansi, orang-orang yang telah memberikan bantuannya.
d.      Mengadakan bacaan lagi berkenaan dengan apa yang diamati di dalam kegiatan karya wisata.
e.      Mengumumkan hasil karya wisata itu kepada seluruh elemen sekolah ya’ni kepala sekolah, guru-guru, staf, siswa-siswa dan lain-lain misalnya melalui surat kabar sekolah, papan pengumuman dan lain-lain.
f.        Mengevaluasi hasil-hasil karya wisata.




C.   Kelebihan, Kekurangan dan Hambatan Dalam Karya Wisata
      1.   Kelebihan
a.      Karya wisata memiliki konsep pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam proses belajar mengajar.
b.      Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat.
c.       Pengajaran dengan metode karya wisata dapat lebih merangsang kreatifitas siswa.
d.      Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas, mendalam dan actual.
e.      Dapat memberi kepuasan kepada murid, karena dapat melihatsecara langsung obyek yang diamati.
f.        Guru lebih mudah menerangkan materi karena bisa mengamati secara langsung obyek yang dipelajari.
g.      Para murid bisa mempelajari sesuatu secara integral dan komprehensif.

2.   Kelemahan
a.      Fasilitas yang diperlukan sulit disediakan siswa di sekolah.
b.      Biaya yang digunakan untuk acara ini lebih banyak dari pada metode yang lain.
c.       Memerlukan kordinasi dengan guru yang lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata.
d.      Dalam karya wisata sering rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya menjadi terabaikan.
e.      Sulit mengatur banyak siswa dalam perjalanan ini dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan.
f.        Mengganggu pelajaran yang lain,jika sering dilakukan. Karena menyita banyak waktu, lebih-lebih kalau tempatnya jauh dari lokasi belajar.
g.      Membutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang.
           
3.      Hambatan
a.      Dianggap karya wisata akan mengganggu pelajaran.
b.      Memakan waktu dianggap sebagai penghamburan waktu.
c.       Keengganan guru yang telah merasa puas dengan pelajaran sehari-hari.
d.      Enggan mengganggu kegiatan perusahaan, badan-badan pemerintah dan lain-lain.
e.      Transpot dan biaya.


               











BAB III
PENUTUP



  1. Simpulan
1.      Metode karya wisata adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan membawa murid langsung kepada obyek yang akan dipelajari di luar kelas.
2.      Langkah-langkah pelaksanaannya yaitu: persiapan, perencanan, pelaksanaan dan pembuatan laporan
3.      Dengan adanya karya wisata murid bias mempelajari sesuatu secara integral dan komprehensif.



































DAFTAR PUSTAKA



1.                                                                                                                              http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2249734-pengertian-metode-karya-wisata/#ixzz1vPitxF5g
2.                                                                                                                              Yusuf, Tayar, Ilmu Praktek Mengajar ( Metode Khusus Pengajaran Agama ) / oleh..Cet.1…Bandung: Al Ma`arif 1986


[1]Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
  Kamus Besar Bahasa Indonesia,[1]
  (Jakarta: BalaiPustaka, 1989), Cet, Ke-2, h. 530\


[2] Ibid,
  h.393
  Mahfudh Salahudin,
  Metodologi Pendidikan Agama
  , (Surabaya: Bina Ilmu 1981), h. 29

[3] Zuharini,
   Metodik Khusus Pendidikan Agama
, (Surabaya: Usaha Nasional 1983 ), Cet, Ke-8, h. 79

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar